Comments on: MENG-INDONESIAKAN OBAMA http://inimelgue.blog.friendster.com/2009/01/meng-indonesiakan-obama/ Tue, 10 May 2011 08:42:46 +0000 http://wordpress.org/?v=2.6.2 By: Casino 1300229163 http://inimelgue.blog.friendster.com/2009/01/meng-indonesiakan-obama/#comment-1406 Casino 1300229163 Tue, 15 Mar 2011 22:39:03 +0000 #comment-1406 <strong>Casino 1300229163...</strong> Casino 1300229163... Casino 1300229163…

Casino 1300229163…

]]>
By: Casino 1290982045 http://inimelgue.blog.friendster.com/2009/01/meng-indonesiakan-obama/#comment-1340 Casino 1290982045 Sun, 28 Nov 2010 23:46:34 +0000 #comment-1340 <strong>Casino 1290982045...</strong> Casino 1290982045... Casino 1290982045…

Casino 1290982045…

]]>
By: Casino 1280430817 http://inimelgue.blog.friendster.com/2009/01/meng-indonesiakan-obama/#comment-1338 Casino 1280430817 Thu, 29 Jul 2010 19:07:55 +0000 #comment-1338 <strong>Casino 1280430817...</strong> Casino 1280430817... Casino 1280430817…

Casino 1280430817…

]]>
By: Casino 1276646706 http://inimelgue.blog.friendster.com/2009/01/meng-indonesiakan-obama/#comment-1337 Casino 1276646706 Wed, 16 Jun 2010 05:50:56 +0000 #comment-1337 <strong>Casino 1276646706...</strong> Casino 1276646706... Casino 1276646706…

Casino 1276646706…

]]>
By: Casino 1273769486 http://inimelgue.blog.friendster.com/2009/01/meng-indonesiakan-obama/#comment-1336 Casino 1273769486 Fri, 14 May 2010 08:10:16 +0000 #comment-1336 <strong>Casino 1273769486...</strong> Casino 1273769486... Casino 1273769486…

Casino 1273769486…

]]>
By: Casino 1270284271 http://inimelgue.blog.friendster.com/2009/01/meng-indonesiakan-obama/#comment-1335 Casino 1270284271 Sat, 03 Apr 2010 09:17:02 +0000 #comment-1335 <strong>Casino 1270284271...</strong> Casino 1270284271... Casino 1270284271…

Casino 1270284271…

]]>
By: santiana http://inimelgue.blog.friendster.com/2009/01/meng-indonesiakan-obama/#comment-1333 santiana Tue, 27 Jan 2009 18:13:11 +0000 #comment-1333 seperti aku pernah bilang, Obama Presiden ke 44 dan Mohammad Hamdan Senator No. 44 gmana di pake deh coba ide aku.. oke! seperti aku pernah bilang, Obama Presiden ke 44 dan Mohammad Hamdan Senator No. 44

gmana di pake deh coba ide aku.. oke!

]]>
By: numpang lewat http://inimelgue.blog.friendster.com/2009/01/meng-indonesiakan-obama/#comment-1332 numpang lewat Fri, 23 Jan 2009 11:46:05 +0000 #comment-1332 ngambil kesimpulan aja deh, kalo obama yang mengindonesiakan amerika, semua jadi masuk akal deh, sapa tau aja die maw nyumbang uangnya wat ngebangun obama jungle park ato berkampanye untuk mengajak warga amerika wat mengunjungi Indonesia bahkan berinvestasi disini, kasarannya kita yang kreatif,obama yang ngemodalin, kita yang ngejual ide, obama yang beli ide kita, bener gak mas dadan?. sebab kalo cuma ngandelin kekuatan bangsa kita sendiri ya memble, kita butuh obama dalam hal ini, n semoga tindakan obama sama seperti yang sekarang dikatakannya. hidup obama! dan pada akhirnya hidup indonesia! ngambil kesimpulan aja deh, kalo obama yang mengindonesiakan amerika, semua jadi masuk akal deh, sapa tau aja die maw nyumbang uangnya wat ngebangun obama jungle park ato berkampanye untuk mengajak warga amerika wat mengunjungi Indonesia bahkan berinvestasi disini, kasarannya kita yang kreatif,obama yang ngemodalin, kita yang ngejual ide, obama yang beli ide kita, bener gak mas dadan?. sebab kalo cuma ngandelin kekuatan bangsa kita sendiri ya memble, kita butuh obama dalam hal ini, n semoga tindakan obama sama seperti yang sekarang dikatakannya. hidup obama! dan pada akhirnya hidup indonesia!

]]>
By: inimelgue http://inimelgue.blog.friendster.com/2009/01/meng-indonesiakan-obama/#comment-1331 inimelgue Fri, 23 Jan 2009 10:53:09 +0000 #comment-1331 Obama: Menteng Dalam = Below Menteng Nurul Hidayati - detikNews Obama berbahasa Indonesia (ABC News) Jakarta - Saat berkunjung ke Departemen Luar Negeri AS di Washington, Presiden Barack Obama diajak berbahasa Indonesia oleh seorang staf Deplu, Charles Silver. Obama pun "bernostalgia". Charles Silver menceritakan, dia berdinas di Kedubes AS di Jakarta pada 1969. Dia berujar kalau saja saat itu dia bisa bertemu dengan Obama. Obama menetap di Jakarta selama 3,5 tahun sejak 1967. "Kita kapan-kapan harus main ke lingkungan lama saya," jawab Obama dalam bahasa Inggris seperti dilansir ABC News, Jumat (23/1/2009). Perbincangan selanjutnya dilakukan dalam bahasa Inggris. "Saya pernah tinggal di lingkungan Anda," ujar Silver. "Anda tinggal di Menteng. Itu bagian kaya. Kalau saya tinggal di Menteng Dalam, which means Below Menteng," jawab Obama. Dalam obrolan ini, Obama selalu tersenyum lebar dan para staf Deplu tak henti-hentinya tertawa mendengar obrolan ringan ini. Menteng Dalam memang tidak semewah Menteng, kawasan elit di Jakarta. Dalam buku keduanya yang dalam bahasa Indonesia diberi judul "Menerjang Harapan: Dari Jakarta Menuju Gedung Putih", Obama menulis kisah masa kecilnya yang tidak gemerlapan saat menetap di Menteng Dalam. Saat itu ayah tirinya, Lolo Sutoro, berpangkat letnan. Berikut kutipannya: "Keluarga kami belum berkecukupan pada tahun-tahun awal itu, angkatan bersenjata Indonesia tidak membayar para letnannya dengan gaji besar. Kami tinggal di sebuah rumah yang sederhana di pinggiran kota, tanpa pendingin udara, kulkas atau toilet siram. Kami tidak mempunyai mobil -- ayah tiri saya mengendarai sebuah sepeda motor, sementara ibu saya naik bus umum lokal setiap pagi ke kedutaan AS, tempatnya bekerja sebagai seorang guru bahasa Inggris. Tak punya uang untuk bersekolah di sekolah internasional yang biasa dimasuki oleh anak-anak ekspatriat, saya bersekolah di sekolah-sekolah Indonesia lokal dan bergaul dengan anak-anak petani, pelayan, penjahit, dan juru tulis," cerita Obama. (nrl/gah) Tetap update di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! YANG terjadi malah sebaliknya YA : skarang ini Obama "Bekerja" Untuk Meng-Indonesiakan AMERIKA. dengan mengajak. "Kita kapan-kapan harus main ke lingkungan lama saya,"... untuk someone, saya memang tidak mengerti banyak persoalan kondisi birokrasi dan apa saja yang saya harus lakukan ketika saya mengusulkan Obama International University, selain mencari investor tentunya. Dan sedikit saya ingin terangkan banyak mungkin saya terangkan bahwa studi saya tentang Indonesia Soft Power ini adalah Bagaimana sebuah Image/citra berhubungan dengan ranah sosial, budaya, ekonomi bahkan militer itu sendiri. dan termasuk apa saja keuntungan yang bisa kita peroleh dan juga kerugiannya. contoh paling mudah adalah : TRAVEL WARNING AMERIKA KEPADA INDONESIA. tentu anda paham hubungan mereka yang bergeliat di industri pariwisata menjadi kesulitan dan mengalami penurunan omzet. Nah yang di maksud mbak maya mungkin ketidaktepatan pandangan someone dan ulasannya yang kesannya (maaf mungkin juga salah) menghubungkannya dengan bagaimana peran pemerintah mewujudkan Universitas tersebut dan APBD DAN APBN dan bla-bla nya dengan Pemerintah. buat saya cukup kreativitas kita. contoh tulisan saya tentang st morritz itu kan kalau kita ganti st morritz dengan si pitung lebih "berasa" Indonesianya. dan itu menurt saya JUALAN KITA. Obama: Menteng Dalam = Below Menteng
Nurul Hidayati - detikNews

Obama berbahasa Indonesia (ABC News)
Jakarta - Saat berkunjung ke Departemen Luar Negeri AS di Washington, Presiden Barack Obama diajak berbahasa Indonesia oleh seorang staf Deplu, Charles Silver. Obama pun “bernostalgia”.

Charles Silver menceritakan, dia berdinas di Kedubes AS di Jakarta pada 1969. Dia berujar kalau saja saat itu dia bisa bertemu dengan Obama. Obama menetap di Jakarta selama 3,5 tahun sejak 1967.

“Kita kapan-kapan harus main ke lingkungan lama saya,” jawab Obama dalam bahasa Inggris seperti dilansir ABC News, Jumat (23/1/2009). Perbincangan selanjutnya dilakukan dalam bahasa Inggris.

“Saya pernah tinggal di lingkungan Anda,” ujar Silver.

“Anda tinggal di Menteng. Itu bagian kaya. Kalau saya tinggal di Menteng Dalam, which means Below Menteng,” jawab Obama.

Dalam obrolan ini, Obama selalu tersenyum lebar dan para staf Deplu tak henti-hentinya tertawa mendengar obrolan ringan ini.

Menteng Dalam memang tidak semewah Menteng, kawasan elit di Jakarta. Dalam buku keduanya yang dalam bahasa Indonesia diberi judul “Menerjang Harapan: Dari Jakarta Menuju Gedung Putih”, Obama menulis kisah masa kecilnya yang tidak gemerlapan saat menetap di Menteng Dalam. Saat itu ayah tirinya, Lolo Sutoro, berpangkat letnan. Berikut kutipannya:

“Keluarga kami belum berkecukupan pada tahun-tahun awal itu, angkatan bersenjata Indonesia tidak membayar para letnannya dengan gaji besar. Kami tinggal di sebuah rumah yang sederhana di pinggiran kota, tanpa pendingin udara, kulkas atau toilet siram. Kami tidak mempunyai mobil — ayah tiri saya mengendarai sebuah sepeda motor, sementara ibu saya naik bus umum lokal setiap pagi ke kedutaan AS, tempatnya bekerja sebagai seorang guru bahasa Inggris. Tak punya uang untuk bersekolah di sekolah internasional yang biasa dimasuki oleh anak-anak ekspatriat, saya bersekolah di sekolah-sekolah Indonesia lokal dan bergaul dengan anak-anak petani, pelayan, penjahit, dan juru tulis,” cerita Obama. (nrl/gah)

Tetap update di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

YANG terjadi malah sebaliknya YA : skarang ini Obama “Bekerja” Untuk Meng-Indonesiakan AMERIKA.
dengan mengajak. “Kita kapan-kapan harus main ke lingkungan lama saya,”…

untuk someone, saya memang tidak mengerti banyak persoalan kondisi birokrasi dan apa saja yang saya harus lakukan ketika saya mengusulkan Obama International University, selain mencari investor tentunya.

Dan sedikit saya ingin terangkan banyak mungkin saya terangkan bahwa studi saya tentang Indonesia Soft Power ini adalah Bagaimana sebuah Image/citra berhubungan dengan ranah sosial, budaya, ekonomi bahkan militer itu sendiri. dan termasuk apa saja keuntungan yang bisa kita peroleh dan juga kerugiannya. contoh paling mudah adalah : TRAVEL WARNING AMERIKA KEPADA INDONESIA. tentu anda paham hubungan mereka yang bergeliat di industri pariwisata menjadi kesulitan dan mengalami penurunan omzet.

Nah yang di maksud mbak maya mungkin ketidaktepatan pandangan someone dan ulasannya yang kesannya (maaf mungkin juga salah) menghubungkannya dengan bagaimana peran pemerintah mewujudkan Universitas tersebut dan APBD DAN APBN dan bla-bla nya dengan Pemerintah.
buat saya cukup kreativitas kita. contoh tulisan saya tentang st morritz itu kan kalau kita ganti st morritz dengan si pitung lebih “berasa” Indonesianya. dan itu menurt saya JUALAN KITA.

]]>
By: Dr. Nurul Wulandari, SE, M.M http://inimelgue.blog.friendster.com/2009/01/meng-indonesiakan-obama/#comment-1330 Dr. Nurul Wulandari, SE, M.M Fri, 23 Jan 2009 07:15:09 +0000 #comment-1330 sebelumnya perkenankan diri saya untuk memberikan pandangan singkat tentang artikel ini. posisi saya disini adalah sebagai pengamat ekonomi dan pembangunan jadi pendapat saya adalah pendapat sebagai pengamat yang netral, bukan sebagai birokrat (dik someone), ataupun sebagai legislative (aa dadan)ataupun yang pro salah satu pihak (Ibu Maya). memang menarik mengangan-angankan sebuah pemikiran yang kreatif dan inovatif seperti aa dadan. pemikirannya sangat maju ke depan dan sangat luas. bisa kita bayangkan betapa nilai indonesia akan terangkat di mata dunia jika program (saya tidak akan menyebut "proyek" karena istilah tersebut sangat birokratis) mengindonesiakan obama bisa direalisasi menjadi kenyataan selama obama masih memiliki legitimasi sebagai presiden. benar-benar hal yang luar biasa jika itu bisa diwujudkan. saya pribadi sebagai personal (bukan pengamat) akan sangat setuju dan mendukung sekali jika kita menjalankan program tersebut. namun kita harus merenungkan satu hal penting disini, bayi pun tidak bisa langsung berjalan, dia harus melalui proses merangkak, berdiri, dituntun, baru kemudian bisa berjalan dengan lancar. demikian juga negara/bangsa, tidak bisa menjadi negara maju sebelum pondasi ekonomi mikro dan ekonomi kerakyatan kuat. jika kita mengkaji ulang pendapat-pendapat anda-anda yang sama briliannya, maka kita bisa melihat suatu celah besar disini yaitu bahwa program mengindonesiakan obama ini adalah terkesan "lompat" atau jika kita umpamakan dalam fase bayi tadi, program ini sudah masuk dalam fase ketika si bayi sudah bisa berjalan cepat, sedangkan kondisi riil ekonomi pembangunan di indonesia adalah masih dalam posisi ketika si bayi baru bisa tengkurap atau merangkak. singkatnya masih banyak fase-fase yang harus dilalui bangsa ini sebelum bisa menginjak fase mengindonesiakan obama. kita harus bisa menciptakan banyak sekali stella rissa agar pondasi ekonomi kita menjadi kuat. mungkin bagi Ibu Maya maupun Aa Dadan yang belum mengalami langsung duduk di bangku pemerintahan (entah sebagai birokrat seperti someone atau sebagai legislative) pemikiran saudara masih sangat-sangat idealis, tetapi bagi someone yang mengalami langsung duduk dalam pemerintahan, maka menjadikan dia bisa berpendapat seperti itu. saya pribadi tidak mengatakan siapa benar dan siapa salah, tetapi dengan kondisi pemerintahan dan birokrasi yang sekarang-sekarang ini, bagi aa dadan khususnya selaku caleg, marilah kita menciptakan program-program yang tidak hanya inovatif, tetapi juga realistis untuk dijalankan dalam waktu sekarang-sekarang ini sesuai keadaan bangsa kita. sebelumnya perkenankan diri saya untuk memberikan pandangan singkat tentang artikel ini. posisi saya disini adalah sebagai pengamat ekonomi dan pembangunan jadi pendapat saya adalah pendapat sebagai pengamat yang netral, bukan sebagai birokrat (dik someone), ataupun sebagai legislative (aa dadan)ataupun yang pro salah satu pihak (Ibu Maya).

memang menarik mengangan-angankan sebuah pemikiran yang kreatif dan inovatif seperti aa dadan. pemikirannya sangat maju ke depan dan sangat luas. bisa kita bayangkan betapa nilai indonesia akan terangkat di mata dunia jika program (saya tidak akan menyebut “proyek” karena istilah tersebut sangat birokratis) mengindonesiakan obama bisa direalisasi menjadi kenyataan selama obama masih memiliki legitimasi sebagai presiden. benar-benar hal yang luar biasa jika itu bisa diwujudkan. saya pribadi sebagai personal (bukan pengamat) akan sangat setuju dan mendukung sekali jika kita menjalankan program tersebut.

namun kita harus merenungkan satu hal penting disini, bayi pun tidak bisa langsung berjalan, dia harus melalui proses merangkak, berdiri, dituntun, baru kemudian bisa berjalan dengan lancar. demikian juga negara/bangsa, tidak bisa menjadi negara maju sebelum pondasi ekonomi mikro dan ekonomi kerakyatan kuat. jika kita mengkaji ulang pendapat-pendapat anda-anda yang sama briliannya, maka kita bisa melihat suatu celah besar disini yaitu bahwa program mengindonesiakan obama ini adalah terkesan “lompat” atau jika kita umpamakan dalam fase bayi tadi, program ini sudah masuk dalam fase ketika si bayi sudah bisa berjalan cepat, sedangkan kondisi riil ekonomi pembangunan di indonesia adalah masih dalam posisi ketika si bayi baru bisa tengkurap atau merangkak.

singkatnya masih banyak fase-fase yang harus dilalui bangsa ini sebelum bisa menginjak fase mengindonesiakan obama. kita harus bisa menciptakan banyak sekali stella rissa agar pondasi ekonomi kita menjadi kuat. mungkin bagi Ibu Maya maupun Aa Dadan yang belum mengalami langsung duduk di bangku pemerintahan (entah sebagai birokrat seperti someone atau sebagai legislative) pemikiran saudara masih sangat-sangat idealis, tetapi bagi someone yang mengalami langsung duduk dalam pemerintahan, maka menjadikan dia bisa berpendapat seperti itu. saya pribadi tidak mengatakan siapa benar dan siapa salah, tetapi dengan kondisi pemerintahan dan birokrasi yang sekarang-sekarang ini, bagi aa dadan khususnya selaku caleg, marilah kita menciptakan program-program yang tidak hanya inovatif, tetapi juga realistis untuk dijalankan dalam waktu sekarang-sekarang ini sesuai keadaan bangsa kita.

]]>